Program Bank Sampah, Mengubah Sampah Menjadi Pundi-Pundi Rupiah

Bank Sampah Kp. Tagog Ds. Buniasih

Buniasih.sideka.id – Prgoram Bank Sampah memberikan nilai ekonomi bagi Warga Desa Buniasih, mengubah sampah menjadi pundi-pundi rupiah. Rabu, (05/12/2018).

Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi agenda utama dalam program pengelolaan sampah di Indonesia. Keterlibatan masyarakat secara langsung dalam mengelola sampahnya, sudah gencar disosialisasikan oleh berbagai pihak dimulai dari upaya upaya mengurangi, memanfaatkan kembali sampai mendaur ulang sampah. Dibutuhkan kesadaran dan komitmen secara kolektif menuju perubahan sikap/perilaku serta perubahan etika berbudaya lingkungan.

Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah.

Pengelolaan Bank Sampah yang baik dan benar akan menghasilkan nilai ekonomis dan meningkatkan kesejahteraan bagi warga Desa Buniasih. Kader Ecovillage Desa Buniasih bekerjasama dengan Kepala Dusun Kampung Tagog (WARMAN NURDIN SOLEH) dalam pengelolaan Bank Sampah Desa  Buniasih.

Ibu-ibu rumah tangga menyetorkan sampah ke bank sampah dengan hasil pemilahan di rumah nya masing masing antara sampah Organik dan Anorganik. Sampah organik di di peruntukan untuk pupuk kompos dan Sampah Anorganik di timbang dan di jual di bank sampah. Hasil dari penjualan sampah tersebut ada yang di tabung, ada juga yang langsung tunai.

Dokumentasi :

Kader Ecovillage Desa Buniasih

 

Warga menyetorkan sampah Organik dan Anorganik ke bank sampah

 

Kepala Dusun sedang menimbang sampah di bank sampah

 

Warga menabung uang hasil penjualan sampahnya.

 

Warga menunjukan tabungan hasil penjualan sampahnya

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Komentar